Kemarin, Widya Prima (bimbelku tersayang) ngasih edaran untuk holiday ke Bali. Biayanya 400 sekian ribu rupiah untuk 3 hari dua malam. Peserta yang diperbolehkan ikut cuman kelas 8 ke atas. So, adik gua yang masih duduk di kelas 6 SD (padahal badannya kayak anak SMP) gak bakalan ikut en ngerepotin gua #ketawalicik. Hhaha :D Gua punya rencana bakalan ngikutin nih program. Seccaraa, masa' masa-masa indah jalan-jalan ama temen-temen yang cuman setahun sekali dilewatin? Tahun depan belom tentu ada pula! Kan tahun depan insya Allah dah SMA and kemungkinan besar nggak ada yang bimbel lagi. Kalaupun ada yang bimbel, mungkin mereka mau nyoba bimbel lain atau dengan kata lain nggak di WP. Maka dari itulah aku pengen banget ngikut holiday kali ini! Kan satu kelas dari SMP yang berbeda, pastinya akan lanjut ke SMA yang beragam pula.
Tapi timbul sebuah masalah. Kalau Spada Joe (sekolahku tersayang) liburannya juga ke Bali, tekor donk kantong ortu gua! >,< Padahal tahun ini gua plus adik gua sama-sama nglanjutin sekolah ke tingkat selanjutnya. Apa nggak butuh biaya banyak buat bayar pendaftaran, uang gedung, seragam, dll? Lagipula, ulang tahunku kemarin pun menghabiskan banyak uang gara-gara kehadiran BeAT-ku sayank. Yahh, gapapa deh, sekali-sekali kado ultahnya yang mahal tapi awet dan bermanfaat. :p
Untuk itu, mulai sekarang aku berusaha nahan segala keinginan untuk ngemil yang menjadi hobiku sejak masuk SMP. Karena dengan begitu, uangku nggak keluar terlalu banyak dan bisa dibuat ke Bali yang dengan teman-teman Spada Joe. Cause dari sononya emang aku ini kepingin ikut ke Bali dua-duanya. Ya bareng WP, ya bareng Spada Joe. Yahh, walaupun berat banget, tapi inilah perjuangan. Kalau mau something, ya harus berjuang untuk dapetin itu dan berdoa tentunya. Selain itu niat yang kuat juga harus dijaga biar semangat untuk melakukannya tetap ada. Spirit, Sha!
Kamis, 31 Maret 2011
Nabung Buat ke Bali
Senin, 28 Maret 2011
Kenangan di Kala Hujan
Aku iseng-iseng buka buku tulisku yang dulu. Ternyata masih nyimpen tulisan-tulisanku yang jadoel. Sumpah, bahasa yang aku pake masih jeyyekg! Belum banyak kata ganti yang lazim dipake buat puisi. Hiih, gemes dah! Yahh,, daripada bingung mau ngepost apa, mending baca 'karya'ku pada tanggal 13 November 2009 ini :p
Di tengah rintik hujan aku tersenyum
dan terus tersenyum
Menatap indahnya langit
dan merasakan dinginnya tetesan-tetesan air
jatuh dari atap tempatku mengenal dunia
Membasahi jari-jari mungil
yang tak pernah henti melukis
kata-kata indah dalam lembaran
Kenangan di Kala Hujan
Di tengah rintik hujan aku tersenyum
dan terus tersenyum
Menatap indahnya langit
dan merasakan dinginnya tetesan-tetesan air
jatuh dari atap tempatku mengenal dunia
Membasahi jari-jari mungil
yang tak pernah henti melukis
kata-kata indah dalam lembaran
Mengingat masa-masa indah
di mana kotor tak jadi masalah
Bermain, basah, berkejaran
Berlari, melompat, terpeleset
Hingga tersenyum layak tak waras
Ingin aku mengulangnya
Semua kenangan manis di kala hujan
yang tak hanya satu di zaman bocah
tapi beribu cerita di masa lampau
Membuatku tertawa tak kunjung henti
Menikmati indahnya hidup
dalam kebersamaan dan kehangatan
Namun semua itu tak mungkin kembali
Yang bisa kulakukan hanya tersenyum
Mengenang semua kisah itu
dan berharap terulang lagi
dengan kesan berbeda
Tropicana Slim Themesong
Will you remember me the way I remember you
Will you be the same
The last time I saw you, you are the sweetest
Every moment with you is the sweetest one
<3
Kamis, 24 Maret 2011
Double R
di bus itu kau mengatakannya,
sempat membuatku melayang ketika aku berkata 'ya'
terguncang mimpi aku tersenyum
menjalani hari dengan jiwa riang
hingga masa ujian datang,
ujian dalam arti sebenarnya
kita vakum, tak ada kontak sedikit pun
gerimislah mataku
mencoba bersabar dan menunggu
hingga kau datang kembali
walaupun dibilang menyatu,
namun tak pernah bertemu
nama yang ditakdirkan dekat bila diurut,
dan kesempatan duduk sebangku ketika ulangan,
tak bisa terjadi lagi
itu hanya masa lampau,
ketika kita di masa kanak-kanak
kini, hanya telepon pribadi pemersatu kita
walau kadang harap layak mesin waktu
aku ingin ke jaman itu
hingga setahun lebih tak bersama,
dan tak satu getar lagi,
kita dipertemukan kembali
berangkat bersama menuju tempat kenangan
dan bernostalgia dengan kawan
status memang beda, tapi hati bisa saja kembali
harap kau ada di sini (lagi!)
sempat membuatku melayang ketika aku berkata 'ya'
terguncang mimpi aku tersenyum
menjalani hari dengan jiwa riang
hingga masa ujian datang,
ujian dalam arti sebenarnya
kita vakum, tak ada kontak sedikit pun
gerimislah mataku
mencoba bersabar dan menunggu
hingga kau datang kembali
walaupun dibilang menyatu,
namun tak pernah bertemu
nama yang ditakdirkan dekat bila diurut,
dan kesempatan duduk sebangku ketika ulangan,
tak bisa terjadi lagi
itu hanya masa lampau,
ketika kita di masa kanak-kanak
kini, hanya telepon pribadi pemersatu kita
walau kadang harap layak mesin waktu
aku ingin ke jaman itu
hingga setahun lebih tak bersama,
dan tak satu getar lagi,
kita dipertemukan kembali
berangkat bersama menuju tempat kenangan
dan bernostalgia dengan kawan
status memang beda, tapi hati bisa saja kembali
harap kau ada di sini (lagi!)
Minta Doa Guru SD
Jombang, 24 Maret 2011
Dear Bloggers,
hari ini mungkin salah satu hari paling membahagiakan buatku. Dimulai dari rencana hari kemarin untuk berkumpul dengan teman-teman SD, hingga bertemu dan saling bernostalgia. Aku menunggu salah seorang temanku untuk berangkat bersamanya. Sebelumnya aku telah membawa helm dari rumah untuk berjaga-jaga atas razia helm.
Awalnya aku menunggu dengan teman-temanku. Waktu tak begitu berasa karena kami saling bercerita satu sama lain. Terkadang kami juga membahas soal try out yang diujikan tadi pagi. Karena kami tak didatangi keberuntungan, jadinya lontaran makian terhadap diri sendiri meluncur dari mulut kami. Namun kegiatan itu berlangsung tak lama. Satu per satu temanku pulang karena telah dijemput. Ada beberapa memang yang pulang naik motor atau sepeda. Tapi mereka tak ingin menungguku dijemput.
Akhirnya aku menunggu temanku itu. Daun-daun berjatuhan. Pasukan kuning pun datang. Di antara kegiatan pembersihan daun, lewatlah beberapa pengemis meminta jatah uang ke orang-orang. Heran deh, badan masih kuat, bibir berlipstik, telinga pun berhias anting, gitu kok ngemis ya? Pikiranku berpindah ke langit. Ia berwarna biru cerah, dipadu dengan awan putih yang imut. Tak ada tanda-tanda kedatangan hujan. Lagipula, aku nggak mau rencana kemarin tertunda gara-gara hujan. Angin juga tak seribut biasanya. Membelai lembut jilbabku.
Tepat jam 10.10-an, sebuah sms datang. Sms itu mengatakan temanku yang menjemput telah datang. Alhamdulillah, akhirnya. Aku berlari ke depan lesehan di samping sekolahku dan tersenyum pada temanku. Tak lama, kami pun melesat ke SDIT Al-Ummah, SD kami berdua. Aku bilang 'melesat' karena speedometer di sepeda temanku satu ini bergerak cepat ke angka lebih dari 50km/jam. Aku memarahinya dan memintanya untuk mengurangi kecepatan. Di jalan, kami berpapasan dengan 2 teman kami. Mereke men'suit-suit' kami. Ya, teman yang menggoncengku adalah salah satu masa laluku. Aku cukup bahagia karena bisa bertemu dengannya lagi walaupun dengan status yang berbeda. (#curcol) Tak lama, kami sampai tujuan.
Di SD tercinta, sudah beberapa orang menunggu kami. Tak ingin membuang waktu, kami segera masuk ke ruang kantor. Layaknya tamu, kepala sekolah kami telah menyiapkan beberapa kursi untuk kami. Saat kami telah mendudukinya, obrolan tentang kenangan-kenangan indah, aneh, lucu, buruk segera berebut keluar dari mulut kami. Tak jarang kami juga membanding-bandingkan antara bentuk badan kelas 6 SD dengan sekarang. Semua teman laki-lakiku bertumbuh pesat dan memaksaku untuk mendongak bila berbincang dengan mereka. Sebagai wanita, aku dan teman-temanku merasa sebagai kurcaci karena tak dikaruniai badan yang lumayan tinggi. Obrolan berlangsung seru dan ditutup dengan doa guru-guru kami yang sejak awal memang kami cari. Guru-guru kami berdoa agar kami mendapat nilai terbaik dan sekolah terbaik untuk kami.
Setelah lama mengobrol dengan guru-guru, kami menuju kantin sekolah dan membeli beberapa jajan. Haidar membeli bola untuk bermain. Aku, Ony, Lia, Ulfa, dan Ayu menonton teman-teman laki-laki kami bermain sepak bola. Tapi anehnya, sepak bola ini 4 vs 5. Roby, Tigar, Haidar, Bram vs Hadi, Lukman, Deril, Dhofi, dan Okke. Nggak adil banget kan? Haha. Ya sudahlah, biarkan saja. Karena bosan dengan gol-gol yang biasa-biasa saja, aku dan cewek-cewek ini berpoto-poto. Maklum, jiwa muda kami nongol.
Senin, 21 Maret 2011
Perjalanan Awal Mencari Sekolah
Masih disibukkan dengan jadwal try out yang berjubel. Tanpa ampun, langsung dilanjutkan dengan agenda ujian sekolah. Tak lama, ujian nasional yang menjadi momok pun datang. Di sela-sela proses pemerasan otak itu, sekolah-sekolah favorit menyita waktu untuk memenuhi kursinya. Mulai dari pendaftaran, tes, dan akhirnya pengukuran seragam untuk MOS dilakukan. Bila si anak berjuang untuk mendapatkan harga dirinya, sang ortu menguras kantung untuk membangkitkan harga mati keluarganya. Bagaimana tidak, biaya pendidikan sekarang jauh lebih menyengsarakan daripada dulu. Padahal kualitas yang diberikan belum tentu sesuai harapan. Berbagai promosi menarik minat, tapi setelah di dalamnya kadang muncul rasa kecewa dan menyesal. Untuk itu, aku akan tancapkan niat dalam hati. Berharap agar semua takkan menjadi rasa sedih. Kemudian aku selipkan rasa semangat belajar dan berbagi pengalaman. Lalu sebagai titik akhir aku panjatkan doa demi kesuksesan semua pihak. Amin :)
Minggu, 20 Maret 2011
Teman, Dimanapun, Kapanpun
Kita tak pernah menyadari, peranan seorang teman begitu berarti bagi kehidupan kita. Kita yang selalu merasa bergantung pada Tuhan dan orang tua kita, kadang melupakan seseorang di sekitar kita yang bahkan selalu hadir di kala yang lain tak menghampiri. Ia adalah sahabat. Kadang menangis memikirkan kita, tapi selalu peduli terhadap sesuatu yang sering kita sembunyikan. Ketika kesialan menghampiri, dialah yang pertama memberi pertolongan pertama berupa semangat, senyum, do'a dan nasihat.
Dunia memang terasa berat ketika mengeluh menjadi teman dalam penderitaan itu. Namun berserah diri kepada Tuhan dan bersemangat menjalani semuanya akan menjadi kunci bahwa perjuangan kita pasti dihargai :)
Dunia memang terasa berat ketika mengeluh menjadi teman dalam penderitaan itu. Namun berserah diri kepada Tuhan dan bersemangat menjalani semuanya akan menjadi kunci bahwa perjuangan kita pasti dihargai :)
Kamis, 17 Maret 2011
Rindu dari Segala Kerinduan
sebuah kerinduan mendalam mencuat,
ketika waktu memaksa berpisah
ketika waktu memaksa berpisah
bukan sekejap,
namun panjang
langkah kaki terdorong kuat tuk menemui,
Kekasih hati yang tak lama dijumpa
mengharap senyum di tengah gelora malam atau pagi membisu
kadang tak seimbang,
namun tetap berupaya
kala bersatu, sentuhan itu kian menjaga
kening, hidung, tangan merapat hangat
tak ingin berkesudahan
walau pusing menggelayuti,
mata tak kuat menahan gelap,
tapi hati senantiasa bertasbih
mengagungkan Kekasih yang lama tak mampir
rindu dari segala kerinduan meracuni
merajai sikap selama ini
betapa Maha Suci Engkau, Ya Allah
telah mempertemukan kembali hatiku,
dengan keesaan-Mu,
yang sekian lama terpendam
di rumah sunyi jiwaku
Selasa, 15 Maret 2011
Example of Descriptive Text : My Mother
This is an example of descriptive text. I used it for English practical examination. May this description be useful for us.
My Mother
My mother is a wonderful mom. She looks beautiful because she has brightest skin in my family. You must be wonder about my skin. Mine is dark. It is inherited from my father and I would not tell about him. Back to begin. My mother has a pointed nose and little eyes. Her eyebrows are almost invisible because they are so rare. She has quite fat body and her height is 3 cm under me. She is short woman, but I don’t care about it. I love her.
I will not tell you about her hair, because it is a secret. My mother always wears veil to cover her head and her chest cavity everywhere and every time. All veils that she wears always have big size and they become her identity. Now she inherited her habit to me. I always wear veil too. But mine is not so big, because I’m just the beginning.
My mother is a working woman. She is a civil servant in Jombang local government. She works at Bappeda, Jombang. Bappeda means a part of regional development planning. Everyday she always faces her laptop to do her jobs. Sometimes she has to go back to her office in the evening after receiving a sudden job. Then she rides her car by herself.
My mother is a busy woman. But she has full love to give to her children. I’m proud of being her daughter. :)
Jumat, 11 Maret 2011
Maaf Yaa ^^
aku ada di antara banyak pilihan ..
yang lama kembali,
kenangan lucu terulang,
harapan di masa lalu lenyap,
dan pendaftar baru datang..
tak ada chemistry pada mereka..
semua terasa biasa..
walau kadang ada sedikit vibra,
tapi aku tak mengaitkannya..
sudah ku putuskan tuk melajang..
hingga qodar pun tiba :)
yang lama kembali,
kenangan lucu terulang,
harapan di masa lalu lenyap,
dan pendaftar baru datang..
tak ada chemistry pada mereka..
semua terasa biasa..
walau kadang ada sedikit vibra,
tapi aku tak mengaitkannya..
sudah ku putuskan tuk melajang..
hingga qodar pun tiba :)
Langganan:
Postingan (Atom)